BERDOA

BERDOA

BERDOA

Bersujud dihadirat-Nya yang Maha Kudus, menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran. Menyerahkan seluruh hidup dan karya kepada-Nya karena kita percaya kita yakin bahwa dari Dia dan oleh Dia kita ada, kita berkarya. Kepada-Nyalah segala kemuliaan dan kepada-Nyalah kita akan kembali.

Efektifkan waktu doa yang sudah di putuskan. Efektifkan ruang doa, ruang ibadat yang sudah disediakan, Efektifkan segala sarana doa yang sudah ada. Efektifkan segala janji-janji setia kita kepada-Nya.

Rahmat dan anugerah-Nya telah disediakan bagi kita semua tak terkecuali. Rahmat-Nya dalam segala bentuk dan beraneka cara. Hanya yang memiliki kepekaan roh sajalah yang akan melihat dan merasakannya dan bersyukur setiap waktu.

Dosa adalah penghalang terbesar datangnya anugerah dan rahmat. Dosa membuat relasi putus dengan Sumber Rahmat. Sebagaimana signal dan masalah jaringan yang seringkali mendatangkan rasa tidak nyaman bagi semua orang yang benar-benar sedang berkomunikasi hal penting dan mendesak. Begitulah dosa; putus hubungan dengan Tuhan dan kita kepanasan. Maka kita bertobat.

Ora Et Labora. Kita berdoa dan bekerja. Berdoa saja mustahil. Bekerja saja lebih tidak bermakna apapun. Doa membuat kerja menjadi berarti. Kerja membuat segalanya memungkinkan untuk kita berdoa dengan baik dan benar.

Angkat hati pada Tuhan dan memohon Rahmat keselamatan dan persekutuan denganNya. Puji Nama Nya. Sembah Dia. Muliakan Dia. Percayalah segala sesatu akan baik-baik saja dan karena semuanya menjadi berkat.

Salam dari saya Sr. Alexa, OP